Event

MFC Tidak Turunkan Team Dalam Event di Kupang

Setelah diadakan rapat beberapa kali akhirnya Marlin Fishing Club (MFC) Surabaya memutuskan untuk tidak mengikuti Tournamen Mancing yang digelar di kawasan Kupang, Nusa Tenggara Timur bertajuk International Surfing Competition Nemberala-Bo’a Open dan International Fishing Competition President Cup 2009..

Sedianya memang akan menurunkan team, menurut Jimmy salah satu pengurus MFC dengan pertimbangan lamanya tournament yang digelar selama 10 hari, tentu akan menyita waktu untuk kerja, disampil lokasinya yang berpindah-pindah tentu tidak bisa fokus.

Dengan demikian MFC meminta maaf tidak bisa memenuhi undangan pihak panitia, “Apalagi mendekati akhir tahun banyak aktifitas kantor yang cukup menyita waktu,” tambah Hengky ketua MFC Surabaya (humas MFC)

Marlin Juara Species Kuwe

THE 6 th KASAL CUP International Sport Fishing Tournament 2009

Marlin Fishing Club (MFC) Surabaya kembali meraih prestasi, kali ini keluar sebagai juara species ikan Kuwe Gerong (Giant Trevally) dalam The 6 th KASAL CUP International Sport Fishing Tournament 2009 yang diadakan di Manado bersamaan dengan Sail Bunaken.

MFC pada tournament kali ini menurunkan tiga team MFC 1 kapal Bimo Sakti dibawa Kapten Hengky beranggotakan Yulius, Santosa, Andreas dan Esko, sedangkan MFC 2 kapal Potre Koneng dibawa Kapten Kapal Joddy Wijaya dengan anggota Heru, Harlim dan Hendra. Sedangkan MFC 3 kapal Sapok Angen dengan kapten kapal Jimmy berangotakan Nendro, Alung dan Budi Santosa.

Keberhasilan MFC kali ini berkat tangan dingin Budi Santosa yang masuk dalam MFC 3 berhasil mengangkat Kowe terberat selama tournament sehingga dinyakatan sebagai juara species dan berhasil meraih tropi piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp. 3.000.000,-.

Tournament mancing kali ini diselenggarakan selama 3 hari pada tanggal 14, 15 dan 16 Agustus 2009 dengan Basis Turnamen di Dermaga OIKANO, Bahu Mall - Teluk Manado dengan menerapkan peraturan mancing dari IGFA (International Game Fish Association) & FORMASI (Federasi Olahraga Mancing Seluruh Indonesia).

Tentu saja turnament yang dikutim para mania mancing dari seluruh Indonesia dan mancanegara ini menjunjung tinggi azas-azas kejujuran dan sportivitas serta mendukung upaya perlindungan / konservasi bagi spesies Ikan Berparuh (Billfish) dengan menerapkan sistim Tag & Release serta memberikan sanksi pengurangan nilai point terhadap billfish yang diangkat / ditimbang diluar kriteria yang sudah ditentukan. (Mr.Jo)


International Fishing President Cup 2009
Digelar di Ujung Indonesia

Langkah Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk memajukan pariwisata kini gencar dilakukan. Tahun ini, dua even berkelas internasional digelar yakni International Surfing Competition Nemberala-Bo’a Open dan International Fishing Competition President Cup 2009.
Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya (Parsenibud) Kabupaten Rote Ndao, Jersy Messakh, kepada Timor Express pekan lalu menjelaskan, khusus untuk lomba mancing internasional akan dihelat tanggal 5-15 Nopember 2009, di ujung Indonesia paling Tenggara.

Tempat penyelenggaraan lomba mancing yakni pembukaannya di pantai Tablolong, Kabupaten Kupang dan penutupan di pantai Bo’a, Rote Ndao. Lomba mancing internasional ini terbuka untuk umum dan akan merebut piala presiden.

Untuk peserta kata Jersy, target yang dipatok adalah berjumlah 50 sampai 70 grup, dimana setiap grup terdiri atas tiga hingga 10 orang. Pemkab Rote Ndao dalam hal ini Dinas Parsenibud akan menyiapkan 20 hingga 30 unit kapal untuk memfasilitasi para peserta lomba. “Jadi nanti kita yang siapkan kapal dan peserta yang sewa. Yang kita siap bisa mencapai 20 sampai 30 kapal,” sebut Jersy.

Menyoal tentang anggaran yang dibutuhkan, Jersy mengatakan, memang kegiatan tersebut tidak dianggarkan dalam APBD tahun anggaran 2009, namun pada perubahan anggaran nanti akan dimasukkan.

Dikatakan, kegiatan ini sangat penting karena dapat menyedot ratusan bahkan ribuan wisatawan di dunia. “Ini salah satu bentuk promosi wisata Rote Ndao, jadi memang baru pertama kali digelar tapi kalau sukses pasti tahun-tahun selanjutnya akan dilanjutkan,” kata Jersy lagi.

Ditambahkan, kegiatan lomba mancing internasional tersebut sedianya didanai oleh keuangan daerah, namun tidak menutup kemungkinan adanya bantuan dana dari pihak lain yang peduli dengan pariwisata Rote Ndao. Untuk menyongsong kegiatan akbar tersebut, saat ini Dinas Parsenibud mulai melakukan berbagai persiapan. (mg1)